Analisis Model Sistem Jaminan Sosial di Provinsi Sulawesi Selatan: Dalam Perspektif Akuntansi
|
Judul |
Analisis Model Sistem Jaminan
Sosial di Provinsi Sulawesi Selatan: Dalam Perspektif Akuntansi |
|
Nama Jurnal |
Available online |
|
Volume Halaman |
7 |
|
Tahun |
2015 |
|
Penulis |
Mediaty, Darwis Said, Syahrir,
Aini Indrijawati |
|
Link Download |
www.sciencedirect.com |
|
Reviewer |
|
|
Tanggal Riviwer |
27 Agustus 2024 |
|
Latar Belakang |
Dalam proses pembangunan
nasional, jaminan sosial merupakan salah satu sektor penting yang selalu
menjadi perhatian besar. Hal ini disebabkan suatu negara mempunyai tanggung
jawab terhadap jaminan sosial. Belum ada sistem pemerintahan di dunia yang
memberikan peran kepada staf dalam melaksanakan pembangunan jaminan sosial,
namun peran masing-masing negara dalam pembangunan sosial berbeda-beda. Oleh
karena itu, mereka mengembangkan sistem jaminan sosial berdasarkan konstitusi
dan kondisi yang sesuai. Ada beberapa sistem jaminan sosial yang umumnya ada
di dunia. Sistem pertama adalah model universal yang dianut oleh
negara-negara Skandinavia. |
|
Permasalahan |
Hal ini disebabkan suatu negara
mempunyai tanggung jawab terhadap jaminan sosial. Tidak ada sistem pemerintahan
di dunia yang memberikan peran kepada negaranya untuk menyelenggarakan
jaminan sosial, pembangunan, namun negara-negara mempunyai peran yang berbeda
dalam pembangunan sosial. Oleh karena itu, mereka mengembangkan sistem jaminan
sosial berdasarkan konstitusi dan kondisi yang sesuai. |
|
Tujuan |
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan dalam model sistem jaminan
sosial berdasarkan perspektif akuntansi secara empiris di Provinsi Sulawesi
Selatan. |
|
Sumber Data |
Dari jurnal di atas dijelaskan bahwasanya
dilakukan penelitian dengan menggunakan metode survei. Data yang digunakan
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer : 1. Observsi
lapangan 2. Wawancara
langsung/kuesioner Data sekunder : 1. Literatur 2. Laporan
anggaran dan evaluasi tanggung jawab |
|
Metode Penelitian |
Metode penelitian dijelaskan
bahwasanya menggunakan kualitatif. |
|
Objek Artikel |
Mengkaji sistem jaminan sosial di
Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan perspektif akuntansi. |
|
Hasil Penelitian |
Hasilnya menunjukkan bahwa
semakin tinggi derajat desentralisasi di suatu negara, semakin besar pula
partisipasi masyarakat, orientasi pemerintah, pembangunan sosial dan
pengelolaan ekonomi. IYHIG dan Bastian (2005) melakukan penelitian di
Jogjakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok penyandang
disabilitas, pengeluaran rumah tangga pada umumnya masih terfokus pada
kebutuhan pangan, berbeda dengan kelompok masyarakat mampu dan sejahtera.
Proporsi pengeluaran untuk non-makanan di Yogyakarta jauh lebih besar
dibandingkan untuk makanan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
perekonomian dalam keadaan baik. |
|
Kelebihan Artikel |
Dari artikel diatas dijelaskan bahwasanya
permasalahan didalamnya diangkat begitu jelas dan kongkrit, kemudian didalam
artikel diperjelas menggunakan data dan tabel guna untuk memperjelas pembaca
untuk menganalisa suatu permasalahan maupun solusi. |
|
Kekurangan Artikel |
Dalam artikel tersebut dijelaskan
mengenai suatu masalah namun pada saat ini saya sebagai reviewer belum menemukan
solusi dan kurangnya penelitian serta pengamatan untuk mengetahui dari
permasalahan tersebut. |
|
Diskusi |
Berdasarkan hasil di atas dapat
disimpulkan bahwa belanja pemerintah untuk makanan lebih tinggi dibandingkan
belanja non makanan. Pengeluaran non-makanan mencakup hal-hal seperti
barang-barang rumah tangga, perabot rumah tangga, pakaian, produk ramah
lingkungan, pajak, asuransi, serta perlengkapan pesta dan upacara. Semakin
tinggi tingkat pendapatan dan jaminan sosial, semakin tinggi pula proporsi
pengeluarannya. Jika belanja pendidikan lebih tinggi dibandingkan belanja
kesehatan, maka tingkat jaminan sosial meningkat, besaran belanja gizi,
pendidikan dan kesehatan bervariasi antar 12 kabupaten/kota. Hal ini disebabkan karena setiap
kabupaten/kota mempunyai PDRB dan pendapatan yang berbeda sehingga
menyebabkan perbedaan rata-rata skor pendidikan gizi dan kesehatan. Penelitian
lebih lanjut hendaknya dilakukan sebagaimana mestinya jika pertanyaan
pokoknya berkaitan dengan tujuan penelitian dan jumlah sampelnya ditambah
serta jangka waktunya diperpanjang. Oleh karena itu, tahun ini tidak hanya
menjadi tahun observasi, tetapi juga akan mengungkap tren di bidang
kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan. Variabel ditambahkan untuk
memperluas penyelidikan keselamatan. |

Komentar
Posting Komentar